Tampilkan postingan dengan label Materi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Februari 2010

Etika Dan Kepemilikan Dalam Islam

0 komentar
Etika Dan Kepemilikan Dalam Islam
1. Pengertian Kepemilikan
Menurut Muhh. H. Behesti, kepemilikan merupakan pemberian yang bersifat social dan diakui suatu hak kepada seseorang,a tau suatu kelompok masyarakat.
Arti kepemilikan menurut islam berarti pemberian hak milik dari suatu pihak kepada pihak yang lain sesuai dengan ketentuan syariatuntuk dikuasai yang pada hakekatnya hak itu adalah milik Allah SWT.
2. Sebab-sebab kepemilikan
Sebab-sebab kepemilikan terdiri atas 4 perkara:
• Bekerja (al-a’mal)
Gambaran hubungan kerja dan bisnis islam; lihat bagan.
• Harta untuk menyambung hidup
• Harta pemberian Negara
• Harta-harta yang diperoleh seseorang tanpa ada daya dan upaya apapun
3. jenis-jenis kepemilikan dalam islam
kepemilikan dalam islam dibagi menjadi empat macam tipe:
• kepemilikan umum
• kepemilikan khusus (individu)
• kepemilikan mutlak (absolute)
• kepemilikan relative (sementara)
1) Kepemilikan Umum
Adalah kepemilikan secara kolektif atau hak milik social. Biasanya diperlukan untuk kepentingan social. Contoh ; wakaf, anugerah alam, air, api, rumput dsb.
Pemilikan umum adalah izin dari syar’I kepada masyarakat secara bersama untuk memanfaatkan benda. Benda-benda itu dikategorikan kedalam 3 macam:
- Fasilitas Umum, yaitu barang yang mutlak diperlukan oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari. Seperti: air, api, listrik, hutan dsb.
- Barang-barang yang tabiat kepemilikannya menghalangi adanya penguasaan individu seperti: sungai, danau,lautan udara, masjid, dsb.
- Barang tambang dalam jumlah besar yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, seperti; emas, perak, minyak, dsb.
Kepemilikan umum bertujuan untuk merealisasikan beberapa tujuan:
• Untuk memberikan kesempatan seluruh manusia terhadap sumber kekayaan umum yang mempunyai manfaat social.
• Jaminan pendapatan Negara. Negara menjaga hak warganya dan bertanggung jawabatas berbagai kewajiban
• Pengembangan dan penyediaan smua jenis pekerjaanproduktif yang diperuntukkan bagi masyarakat
• Kerjasama antar Negara dalam usaha menciptakan kemakmuran
• Insvestasi harta untuk menciptakan kemakmuran bersama
Sumber-sumber kepemilikan umum : wakaf, proteksi, barang tambang, zakat pajak
2) Kepemilikan khusus (individu)
Tujuan kepemilikan khusus:
• Untuk meningkatkan kerjasama internasional
• Merealisasikan kebaikan, kemakmuran melalui persaingan sehat antar produsen.
• Negara tidak diperkenankan untuk melakukan intervensi jika hanya akan menghambatkreatifitas individu.
• Untuk memenuhi melalui cinta materi
Jenis jenis kepemilikan khusus ada 3 macam:
• Kepemilikan pibadi
• Kepemilikan perserikatan
• Kepemilikan kelompok
3) Kepemilikan mutlak
Pemilik hakiki semua kekayaan dialam semesta.
4) Kepemilikkan relative (terbatas);kepemilikan yang diakui dan dipelihara dalam islam, tetapi mereka punya kewajiban moral untuk menyedekahkan hartanya.


4. kepemilikan dalam system ekonomi islam
menurut al Nabhaniy system ekonomi islam ditegakkan diatas pilar utama:
a. Konsep kepemilikan
b. Pemanfaatan kepemilikan
Dibagi 2: pengembangan harta adalah upaya-upaya yang berhubungan dengan cara dan sarana yang dapat menumbuhkan pertambahan harta.
Infak harta adalah pemanfaatan harta dengan atau tanpa kompensasi atau perolehan balik.
c. Konsep pendistribusian kekayaan
Islam telah menetapkan pendistribusian kekayaan dengan cara :
- mekanisme pasar
- bentuk transfer dan subsidi. Islam menjamin kebutuhan
mereka dengan cara:
• wajibnya muzakki membayar zakat yang diberikan kepada mustamik.
• Setiap warga Negara berhak memanfaatkan pemilikan umum.
• Pembagian harta seperti tanah, barang dan uang sebagai modalkepada yang membutuhkan.
• Pemberian harta waris kepada ahli waris.
• Larangan menimbun emas dan perak walaupun dikeluarkan zakatnya.
Pada Umumnya perintah etis yang berkaitan dengan kepemilikan dalam Islam, antara lain:
1. Memanfaatkan harta benda sebanyak-banyaknya tanpa memberi pengaruh yang merugikan kepentingan masyarakat.
2. Membayar zakat.
3. Membelanjakan harta benda dijalan Allah
4. Tidak mengambil bunga
5. Menghindari kecurangan dalam urusan bisnis.
Readmore.....

Pemasaran Dalam Perspektif Syariah

0 komentar
Pemasaran Dalam Perspektif Syariah
1. Sekilas Tentang Sustainable Marketing Enterprise (SME)
Sebuah perusahaan tentu harus menjadi perusahaan yang sustainable, perusahaan yang mampu bertahan dan sukses, tidak hanya pada saat ini tetapi juga dimasa mendatang. Jika perusahaan ingin tetap hidup, pemimpin perusahaan harus melakukan tindakan creative destruction sebelum krisis menghadang. Missal: PHK, menjual beberapa anak perusahaan, melakukan perubahan strategi bisnis secara mendasar. Maka system ekonomi syariah kembali berkembang menjadi alternative bagi masyarakat yang sudah jenuh dengan system kapitalis yang mengutamakan kekayaan pribadi dan berdampak pada ketidakmerataan distribusi kekayaan.
Model SME konsep pemasaran memberikan pandangan bagamana kita bias melihat pasar secara kreatif dan inovatif. Yang mana pemasaran itu sebagai sebuah disiplin bisnis, strategi yang menggerakan proses penciptaan penawaran dan perubahaan value dari satu inisiator kepada stakeholdersnya.
Sedangkan arti dari enterprise yaitu sebagai komponen-komponen inpirasi, kultur, dan institusi dari sebuah perusahaan, ketiga komponen harus berjalan secara terintegrasi. Ibaratnya inspirasi menyangkut sebuah mimpi (dream), kultur menyangkut kepribadian (personality)dan institusi menyangkut activity. Inspirasi merupakan “otak” sebagai sumber-sumber ide. Budaya merupakan “hati” yang akan membentuk sikap-sikap perilaku. Sedangkan intitusi adalah “tangan dan kaki” didalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
2. Lengkap Bisnis Syari’ah Marketing
Prinsip 1: Perubahan (change)
Perubahan perlu dicermati kekuatan perubahan terdiri dari 5 unsur : perubahan teknologi, politik- legal, sos-kultur, ekonomi, dan pasar. Dan yang paling besar pengaruhnya adalah perubahan teknologi.
Prinsip 2: cara menghadapi persaingan usaha yang serba dinamis.
Perusahaan harus sebisa mungkin menciptakan win-win solution.
Prinsip 3: perubahan social budaya
Contohnya kehadiran internet dalam dunia teknologi.
Prinsip 4: perlu pendeteksian kembali prinsip-prinsip dasar perusahaan
3. Syari’ah Marketing Strategi
Prinsip 5 : Segmentasi adalah seni mengidentifikasikan serta memanfaatkan peluang-peluang yang muncul dipasar. Pada dasarnya dalam melihat pasar, pendekatan segmentasi bias melalui dua sisi: Mess marketingdan niche marketing. Menurut karakteristiknya pendekatan dikelompokan menjadi 3 yaitu: static attribute segmentation, dynamic attribute segmentation, dan individual segmentation.
o Static attribute segmentation; pendekatan yang dilakukan adalah dengan membagi pasar berdasarkan atribut-atribut yang statis sifatnya. Seperti :
Geografis: membagi pasar berdasarkan Negara, kawasan, propinsi, atau kota.
Demografis : umur, jenis kelamin, pekerjaan, agama, jumlah pendapatan , pendidikan.dll.
o Dynamic attribute segmentation ; pendekatan yang dilakukan dengan memperhatikan atribut-atribut yang dinamis. Seperti psikografis, membagi pasar berdasarkan gaya hidup dan kepribadian. Sedangkan segmentasi perilaku berdasarkan sikap, pengunaan dan respon.
o Individu segmentation; dilakukan atas unit terkecil pasar yaitu individu perseorangan.
Prinsip 6: Penentuan target pasar yang akan dibidik.
Ada tiga criteria yang harus dipenuhi perusahaan pada saat mengevaluasi dan menentukan segmen yang ditarget.
o Memastikan bahwa segmen pasar yang dipilih cukup besar dan akan cukup menguntungkan bagi perusahaan (market size).
Atau memilih segmen yang pada saat ini masih kecil tetapi dimasa mendatang menarik dan menguntungkan (growth market)
o Harus didasarkan pada keunggulan daya saing perusahaan.
o Melihat situasi persaingan yang terjadi.
Prinsip 7: Membuat positioning yang tepat bagi perusahaan.
4. Syari’ah Marketing Taktik
Prinsip 8: Diferensiasi inti dari taktik
Prinsip 9: Marketing Mix (4P)
Produk dan price adalah komponen dari penawaran. Place dan promosi adalah komponen dari akses.
Prinsip 10: Sellingadalah bagaimana memaksimalkn kegiatan penjualan sehingga dapat menciptakan situasi yang win-win solution bagi sipenjual dan pembeli.
5. Syari’ah Marketing Value
Prinsip 11: Brand untuk menciptakan nilai yang anda berikan kepada konsumen.
Prinsip 12: Service adalah untuk menjaga kepuasan pelanggan
Prinsip 13: proses adalah mencerminkan tingkat quality, cost, dan delivery (QCD)
o Proses dalam kontek kualitas: adalah bagaimana menciptakan proses yang mempunyai nilai lebih untuk konsumen.
o Proses dalam kontek cost: bagaimana menciptakan proses yang efisien yang tidak membutuhkan biaya.
o Kontek delivery : bagaimana proses pengiriman atau penyampaian produk atau service yang ditawarkan perusahaan kepada konsumen.
6. Syari’ah Marketing Scorecard
Prinsip 14: menciptakan nilai bagi para stakeholdersnya.
7. Syariah Marketing scorecard
Prinsip 15: Inpirasi yang hendak dicapai
Penentuan visi dan misi dan tujuan khir yang ingin dicapai.
Prinsip 16: Clture yang menciptakan budaya dalam perusahaan yang berbasiskan islami.
Beberapa hal penting yang selayaknya menjadi budaya dasar sebuah perusahaan berbasiskan syariah.
o Budayakan mengucapkan salam
o Murah hati, sikap ramah, dan melayani
o Cara berbusana
o Lingkungan kerja yang bersih
Prinsip 17: Bagaimana membangun instituon/organisasi sesuaidengan prinsip-prinsip syariah.
Readmore.....

Jumat, 01 Januari 2010

Implikasi Filsafat Dan Aksioma Islam

0 komentar
IMPLIKASI FILSAFAT DAN AKSIOMA ISLAM

DALAM ETIKA BISNIS

1. Penerapan Filsafat dan aksioma islam dalam etika bisnis

Dasar penerapan konsep dari filsafat dan aksioma dalam etika bisnis, adalah sebagai berikut:


- Penerapan konsep keesaan dalam etika bisnis

Seorang pengusaha muslim tidak akan:

· Berbuat diskriminatif terhadap pekerja, pemasok, pembeli, atau siapapun pemegang saham perusahaan atas dasar ras, warna kulit, jenis kelamin, ataupun agama.

· Dapat dipaksakan untuk berbuat tidak etis, karena ia hanya takut dan cinta kepada Allah SWT.

· Menimbun kekayaannya dengan penuh keserakahaan. Konsep amanah atau kepercayaan memiliki arti penting baginya karena ia sadar bahwa semua harta dunia bersifat sementara, dan harus dipergunakan secara bijaksana.

- Penerapan konsep keseimbangan dalam etika bisnis

Islam ingin mengekang kecenderungan sikap serakah manusia dan kecintaannya untuk memiliki barang-barang . sebagai akibatnya, sikap kikir dan boros keduanya dikutuk baik dalam alquran maupun alhadits.

- Penerapan konsep kehendak bebas dalam etika bisnis

Berdasarkan konsep kehendak bebas, manusia memiliki kebebasan untuk membuat kontak dan menepatinya ataupun mengingkarinya. Seorang muslim , yang telah menyerahkan hidupnya pada kehendak allah SWT, akan menepati semua kontrak yang telah dibuatnya.

- Penerapan konsep tanggungjawab dalam etika bisnis

Ia harus memikul tanggungjawab tertinggi atas tindakannya sendiri. Sekali seorang muslim mengucapkan janjinya atau terlibat dalam sebuah perjanjian yang sah, maka ia harus menepatinya.

- Penerapan konsep kebajikan dalam etika bisnis

Menurut al Ghazalli, terdapat enam bentuk kebajikan:

· Jika seseorang membutuhkan sesuatu, maka orang lain harus memberikannya, dengan mengambil keuntungan yang sedikit mungkin. Jika sang pemberi melupakan keuntungannya, maka hal tersebut akan lebih baik baginya.

· Jika seseorang membeli sesuatu dari orang miskin, akan lebih baik baginya untuk kehilangan sedikit uang dengan membayarnya lebih dari harga yang sebenarnya.

· Dalam mengabulkan hak pembayaran dan pinjaman, seseorang harus bertindak bijaksana dengan memberi waktu yang lebih banyak kepada sang peminjam untuk membayar hutangnya, dan jika perlu membuat pengurangan untuk meringankan beban peminjam.

· Sudah sepantasnya bahwa mereka yang ingin mengembalikan barang-barang yang telah dibeli seharusnya doiperbolehkan untuk melakukannya demi kebajikan.

· Merupakan tindakan yang sangat baik bagi sang peminjam jika mereka membayar hutangnya tanpa harus diminta, dan jika mungkin jauh-jauh hari sebelum jatuh tempo pembayarannya.

· Ketika menjual barang secara kredit seseorang harus cukup bermurah hati, tidak memaksa membayar ketika orang tidak mampu membayar dalam waktu yang ditetapkan.
2. Nilai dasar dan prinsip umum etika bisnis islam
Nilai dasar Prinsip umum pemaknaan
Tauhid Kesatuan dan integrasi • Integrasi antar semua bidang kehidupan: agama, ekonomi, dan sospolbud.
• Kesatuan antara kegiatan bisnis dengan moralitas dan pencarian ridho Allah.
• Kesatuan pemilikan manusia dengan pemilikan Tuhan. Kekayaan (sebagai hasil bisnis) merupakan amanah Allah (pemilikannya bersifat tidak mutlak), dan karenanya dalam setiap pemilikannya oleh individu terkandung kewajiban social.
Kesamaan • Kemampuan kreatif dan konseptual pelaku bisnis yang berfungsi membentuk, mengubah dan mengembangkan semua potensi kehidupan alam menjadi sesuatu yang konkret dan bermanfaat.
Khalifah Intelektualitas • Kemampuan kreatif dan konseptual pelaku bisnis yang berfungsi membentuk, mengubah dan mengembangkan semua potensi kehidupan alam menjadi sesuatu yang konkret dan bermanfaat.
Kehendak bebas • Kemampuan bertindak pelaku bisnis tanpa paksaan dari luar, sesuai dengan parameter ciptaan Allah.
Tanggungjawab & akuntabilitas • Kesediaan pelaku bisnis untuk bertanggungjawab atas dan mempertanggungjawabkan tindakannya.
Ibadah Penyerahan total • Kemampuan pelaku bisnis untuk membebaskan diri dari segala ikatan penghambaan manusia kepada ciptaanya sendiri (kekuasaan dan kekayan)
• Kemampuan pelaku bisnis untuk menjadikan penghambaan manusia kepada tuhan sebagai wawasan batin sekaligus komitmen moral yang berfungsi memberikan arah, tujuan dan pemaknaan terhadap aktualisasi kegiatan bisnisnya.
Tazkiyah Kejujuran • Kejujuran pelaku bisnis untuk tidak mengambil keuntungan hanya untuk dirinya sendiri(tidak suap, menimbun, curang menipu), kejujuran atas harta yang layak , kejujuran atas mutu barang yang dijual.
Keadilan • Kemampuan pelaku bisnis untuk menciptakan keseimbangan/moderisasi dalam transaksi (takaran , timbangan) dan membebaskan penindasan (riba, monopolo).
kererbukaan • Kesediaan pelaku bisnis untuk menerima pendapat orang lain yang lebih baik dan lebih benar, serta menghidupkan potensi dan inisiatif yang konstruktif, kreatif, dan positif.
Ihsan Kebaikan bagi orang lain • Kesediaan pelaku bisnis untuk memberikan kebaikan kepada orang lain(penjadwalan ulang utang, menerima pengembalian barang yang telah dibeli, pembayaran hutang setelah jatuh tempo).
Kebersamaan • Kebersamaan pelaku bisnis dalam membagi dan memikul beban sesuai dengan kemampuan masing-masing , kebersamaan dalam memikul tanggungjawab sesuai dengan beban tugas, dan kebersamaan dalam menikmati hasil bisnis secara profesional



3. Hubungan bisnis dan tantangan pengembangan etikanya
Jenis hubungan Pelaku bisnis Tantangan pengembangan etika
Hubungan perusahaan dengan karyawan Manajer Rekruitmen, kontrak kerja, pelatihan, penggajian, promosi, perilaku gender, situasi kerja, menghormati privacy.dll.
Karyawan Mendukung perkembangan perusahaan, menjaga nama baik dan rahasia perusahaan, membangun hubungan dialogis, merubah konflik kepentingan menjadi sinergi.
Hubungan perusahaan dengan pelaku utama bisnis Supplier (penyedia) Pembiayaan dan pengawasan input (kolusi, nepotisme), kehalalan input.
Pemegang saham/pemilik/mitra bisnis Tirani mayoritas, distribusi keuntungan atau kerugian.
Konsumen Distribusi produk (jumlah dan mutu), strategi pemasaran, penimbunan produk, manipulasi harga, komplain konsumen.
Terhutang (debitur) Praktek riba, penjadwalan ulang utang
Pesaing (competitor) Monopoli pesaing yang fair (jujur dan terbuka)
Masyarakat umum Kelayakan harga, pelestarian/perusakan lingkungan, fungsi social (shodaqoh untuk kelas bawah/tertindas)

Readmore.....

Berbisnis dengan Qolbu

1 komentar
Bagaimana berbisnis dengan hati?menjalani hidup ini dengan hati yang bersih, akan memperoleh rejeki dari sumber yang halal, karena segala aktifitas kita dilandasi dengan niat baik, tanpa prasangka buruk, tanpa penipuan, tanpa kebohongan. Orang yang bersih hatinya punya kemampuan berpikir yang cerdas, cemerlang sehingga mampu menemukan ide-ide brilian yang dapat membawa maju perusahaannya.

Pada akhirnya kalau pembisnis sudah menjalankan bisnis dengan jujur, dengan hati yang bening maka bisnis yang dijalankan insyaAllah akan bermutu tinggi, memiliki pelayanan yang berkualitas, mampu membangun merek yang baik dan akan tercipta positioning yang bagus di benak konsumen.
Muhammad sebagai Wirausahawan sejati

Sembilan etika (akhlak pemasar) yang akan menjadi prinsip-prinsip bagi syariah marketer dalam menjalankan fungsi –fungsi pemasaran yaitu:

1) memiliki kepribadian spiritual (takwa)

2) Berperilaku baik dan simpatik (sidq)

3) Bersikap melayani dan rendah hati ( khidmah)

4) Menepati janji dan tidak curang

5) Jujur dan Dipercaya (Amanah)

6) Berperilaku adil dalam berbisnis ( al adl)

7) Tidak suka berburuk sangka (Su’uzh zhann)

8) Tidak suka menjelek-jelekan (ghibah)

9) Tidak Melakukan Sogok (Riswah)
Readmore.....

Berbisnis cara nabi Muhammad

0 komentar
Aa Gym menyatakan nabi Muhammad selain sebagai pedagang yang sukses juga beliau sebagai pemimpin agama sekaligus kepala Negara yang sukses. Muhammad sebagai pedagang memberikan contoh yang baik dalam setiap transaksi secara jujur, adil dan tidak pernah membuat pelanggannya mengeluh, apalagi kecewa. Beliau selalu menepati janji dan mengantarkan barang sesuai dengan standar kualitas yang diminta pelanggan,. Beliau selalu memperlihatkan rasa tanggungjawab terhadap setiap transaksi yang dilakukan.
Cara nabi Muhammad banyak menjadi panduan bagi pelaku bisnis syariah yang ingin mengembalikan cara-cara bisnis yang beradab dan bermoral, tanpa ada penipuan, penzoliman, dan eksploitasi kelemahan orang lain untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya. Bisnis yang penuh kebersamaan dan penghormatan atas hak masing-masing sebagaimana yang dicontohkan dalam bisnis nabi Muhamad Saw.
- Muhammad segabai Syariah Marketer
Rahasia keberhasilan dalam perdagangan adalah sikapjujur dan adil dalam mengadakan hubungan dagang dengan pelanggan.
- Muhammad sebagai pedagang professional
Beliau melakukan pekerjaan bukan sekadar memenuhi kebutuhan, bukan juga untuk menjadi seorang jutawan, dagang dilakukan beliau dengan professional yang mana tidak ada tawar menawar dan pertengkaran dengan pelanggan.
- Muhammad sebagai pembisnis yang jujur
Beliau telah mengikis habis transaksi-transaksi dagang dari segala macam prktik yang mengandung unsure-unsur penipuan, riba, judi, eksploitasi, pengambilan keuntugan yang berlebihan. Beliau juga melakukan standarnisasi timbangan dan ukuran.
- Muhammad menghindari bisnis haram
- Muhammad dengan penghasilan hallal
Readmore.....

Minggu, 15 November 2009

Soul Marketing

0 komentar

Komunikasi secara masal tidak lagi mempunyai efek yang dapat diandalkan, seorang marketer yang ingin menjadikan produknya sebagai market leader harus mampu melakukan komunikasi yang benar pada calon konsumen.
Menciptakan sebuah matriks disekeliling merek sehingga konsumen yang menjadi target marketnya dapat memiliki emotional bond dipercaya akan menumbuhkan emotional value yang secara tidak langsung akan melahirkan loyalty terhadap produk itu sendiri.
Inti dari sebuah matriks adalah menciptakan hubungan dan jaringan antarkonsumen yang pada akhirnya akan berujung pada merek yang dijual. Menurut Hermawan kartajaya, ada tiga hal yang mendukung sebuah matriks berjalan.
Pertama, biarkan konsumen berbicara. Community is the best channel telah terbukti mampu menjadi salah satu solusi untuk memperlancar komunikasi dari pihak perusahaan dengan konsumen.
Kedua, adalah penciptaan merek kedua yang akan menghubungkan merek pertama dengan komunitas atau konsumen. Pendirian Manajemen Qolbu Corp. (MQ Corp.) adalah salah satu contoh dari penciptaan merek kedua setelah Aa Gym.
Ketiga , dengan memberikan gossip, berita hangat atau promosi yang berbeda sehingga memberikan konsumen sesuatu yang bisa dibicarakan. Dengan semakin banyaknya topic yang bisa dibicarakan dalam sebuah komunitas mengenai produk yang anda jual, maka awareness akan merek anda akan semakin tinggi.
Al Rise dan jack Trout menyatakan bahwa jika kita berkonsentrasi pada konsumen kita akan melakukan beberapa pekerjaan sekaligus. Menekankan produk pada benak prospek, melayani dan menjaga eksistensi customer dari serangan competitor. Dalam customer –centric, perusahaan menginginkan konsumen untuk loyal, padahal di sisi lain perusahaan juga menganggap bahwa konsumen adalah raja.

JUJUR
Dasar konsep dari Soul marketing adalah bukanlah pada konsumen atau produk, tetapi pada sikap murah hati.transaksi yang didasari oleh sikap murah hati adalah transaksi yang tidak berat sebelah. Artinya pedagang tidak akan menerapkan harga yang terlalu tinggi atau terlalu rendah, tetapi sesuai dengan kualitas atau benefit yang diberikan.
Soul marketing diawali dengan sikap jujur. Sikap jujur diutamakan karena setiap perusahaan menginginkan pelanggannya setia, sedangkan untuk setia , kepercayaan harus dibentuk.
JANJI
Sebuah janji hubungan erat dengan kepercayaan. Dalam marketing, positioning adalah sebuah janji.
IKHLAS
Ikhlas adalah seuah perbuatan yang tidak mengharapkan adanya balasan atau timbale balik dalam dunia usaha yang melakukan kegiatan berdasarkan pada peralihan capital (mengukur segala sesuatu dengan uang, sikap ikhlas mungkin akan dianggap sebagai sikap yang tidak rasional. Dengan ikhlas , orang tidak akan mengukur apa yang dapat perusahaan berikan untuk saya, tetapi apa yang saya dapat berikan untuk perusahaan.
ADIL
Adil yang sesungguhnya adalah sebuah keadaan menguntungkan dan menyenangkan pada kedua belah pihak dan mereka rela pada keadaan tersebut.
Ada kecenderungan bagi perusahaan untuk memperhatikan dan memberikan pelayanan pada pelanggan mereka yang dianggap loyal. Kalaupun perusahaan akan membidik prospek , yang menjadi dasar adalah tingkat profitabilitas dari konsumen itu sendiri,. Hal ini akan menyebabkan sering kita mendengar keluhan- keluhan yang diterima oleh kalangan konsumen yang dianggap kurang berpotensi. Keikhlasan dalam melayani konsumen, baik yang sudah loyal maupun yang baru dan yang ingin tahu tentang produk atau jasa yang dijual tidak dibedakan.
Hasilnya anda aka mempunyai seorang marketer yang akan mempromosikan produk anda secara gratis.
SABAR
Sabar bukan berarti menerima apa adanya, dan terus berputus asa. Resiko dalam berbisnis akan selalu ada. Dengan ini anda tidak akan menjadi pengusaha yang pengecut, tetapi juga bukan pengusaha yang tanpa perhitungan
PROFESIONALISME
Dalam soul marketing, kecepatan dalam bergerak adalah hal yang utama. Pemanfaatan waktu secara efektif benar-benar nemjadi hal yang bersifat esensial
Ada tiga hal yang dapat dihindarkan olehsikap murah hati.[
Pertama, menjauhkan sikap sombong.
Kedua, menjauhkan dari kebiasaan berburuk sangka kepada orang lain.
ketiga, menjauhkan diri kita dari iri hati atau dengki
KESEIMBANGAN
Keseimbangan dalam melakukan kompetisi, keseimbangan dalam mengambil keputusan, dan melakukan pekerjaan adalah hal yang ingin dicapai dari penerapan soul marketing dalam dunia pemasaran khususnyadan kehidupan secara umum.
Readmore.....

Prinsip Dasar Transaksi Bisnis Islam

0 komentar

Dapat di simpulkan bahwa konsep dasar hubungan ekonomi berdasarkan syariah islam dalam system ekonomi islam ternyata dapat diterapkan dalam operasional lembaga keuangan bank maupun lembaga keuangan bukan bank. Sebagai bagian dari aktivitas bisnis. Kehendak untuk mensukseskan bisnis islami harus dimulai dari pemahaman kita secara dalam tentang kemudharatan system bunga, filsafah bisnis islami, kemudian tentang prinsip dasar operasional bisnis islami, dan dampaknya secara luas terhadap kehidupan masyarakat dalam relevansinya dengan pembangunan ekonomi.
Secara garis besar, hubungan ekonomi berdasarkan secara syariah islam tersebut ditentukan oleh hubungan aqad yang terdiri dari lima konsep dasar aqad
1. Prinsip Simpanan Murni (al-Wadi’ah)
Prinsip simpanan murni merupakan fasilitas yang diberikan oleh pemilik dana untuk memberikan kesempatan kepada pihak yang kelebihan dana untuk menitipkan dananya dalam bentuk al-wadi’ah yad dhomanah. Fasilitas ini dapat dilakukan untuk tujuan investasi guna mendapatkan keuntungan. Namun dalam pembagian keuntungannya dilakukan dengan pola bonus.
2. Bagi hasil (Syirkah)
System ini adalah suatu system yang meliputi tata cara pembagian hasil usaha antara penyedia dana dengan pengelola dana. Pembagian hasil usaha ini terjadi antara bank dengan penyimpan dana, maupun antara bank dengan nasabah penerima dana. Bentuk produk yang berdasarkan prinsip ini adalah Mudharabahdan Musyarakah. Lebih jauh prinsip mudharabah dapat digunakan sebagai dasar baik untuk pendanaan maupun pembiayaan, sedangkan musyarakah lebih banyak untuk pembiayaan.
3. Prinsip Jual beli (al-tijarah)
Prinsip ini merupakan suati system yang menerapkan tata cara jual beli, dimana bank akan membeli terlebih dahulu barang yang dibutuhkan atau mengangkat nasabah sebagai agen bank melakukan pembelian barang atas nama bank, kemudian bank menjual barang tersebut kepada nasabah dengan harga sejumlah harga beli ditambah keuntungan .
4. Prinsip sewa
Prinsip ini secara garis besar terbagi kepada dua jenis: (1) Ijarah, sewa murni, seperti halnya penyewaan traktor dan alat-alat produk lainnya (operating lease). Dalam teknis perbankan, bank dapat membeli dahulu equipment yang dibutuhkan nasabah kemudian menyewakan dalam waktu dan hanya yang telah disepakati kepada dasabah. (2) Bai al takjiri atau ijarah al muntahiya bit tamlik merupakan penggabungan sewa dan beli, dimana sipenyewa mempunyai hak memiliki barang pada akhir masa sewa (financial lease
Readmore.....

Prinsip-prinsip Islam mengenai halal dan haram

0 komentar

Prinsip-prinsip Islam mengenai halal dan haram:
1. Prinsip dasarnya adalah diperbolehkan segala sesuatu
2. untuk membuat absah dan untuk melarang adalah hak Allah semata.
3. Melarang yang halal dan membolehkan yang haram sama dengan shirik
4. Larangan atas segala sesuatu didasarkan atas sifat najis dan melukai.
5. Apa yang halal adalah yang diperbolehkan, dan yang haram adalah yang dilarang.
6. Apa yang mendorong pada yang haram adalah juga haram
7. Menganggap yang haram sebagai yang halal adalah dilarang.
8. Niat yang baik tidak membuat yang haram bias diterima.
9. Hal-hal yang meragukan sebaiknya dihindari.
10. yang haram terlarang bagi siapapun.
11. Keharusan menentukan adanya pengecualian.
Mata pencaharian yang Halal
 Pekerjaan dalam bidang pertanian
 Pekerjaan dalam bidang industri dan profesianal
Secara umum, dengan demikian islam melihat pekerjaan yang dapat memenuhi kebutuhan yang halal dalam masyarakat sebagai sesuatu yang baik bila seseorang melakukannya menurut cara-cara islam.
Mata pencaharian yang haram
 Perdagangan Alkohol
 Transaksi dan perdagangan obat-obat terlarang
 Pematung dan seniman
 Pembuatan dan penjualan barang-barang haram
 Pelacuran
 Al Gharar atau disebut juga perdagangan yang tidak pasti.
 Bentuk bagi hasil yang dilarang
Readmore.....

Wilayah Halal Dan Haram Dalam Bisnis

0 komentar

Islam memberikan kategorisasi bisnis yang diperbolehkan (halal) dan bisnis yang dilarang (haram). Dalam fiqih, terdapat lima jenis tindakan sebagai berikut:
1. Fard menunjukan jenis tindakan yang bersifat wajib bagi setiap orang yang mengaku sebagai muslim. Misalnya , melaksanakan sholat lima waktu, berpuasa dan jzakat adalah sejumlah tindakan wajib yang harus dilaksanakan seorang muslim.
2. Mustahabb, menunjukan tindakan yang tidak bersifat wajib namun sangat dianjurkan bagi kaum muslim. Contoh: puasa sunnah setelah ramadhan dll.
3. Mubah, menunjukan tindakan yang boleh dilakukan dalam artian tidak diwajibkan namun juga tidak dilarang. Contoh seorang muslim menyukai makanan halal tertentu dibandingkan makanan halal lainnya dll.
4. Makruh menunjukan tindakan yang tidak sepenuhnya dilarang namun dibenci oleh Allah. Tingkatan makruh lebih kurang dibandingkan dengan haram dan hukumnya juga lebih kurang dibandingkan haram. Kecuali dilakukan secara berlebihandan dengan cara yang cenderung membawa kepada yang haram. Contoh, meskipun merokok tidak dilarang sebagaimana meminum alcohol, merokok merupakan tindakan makruh.
5. Haram, menunjukan tindakan yang berdosa dan dilarang. Berbuat sesuatu yang haram adalah sebuah dosa besar, misalnya membunuh, berzinah, dll. Tindakan seperti ini cenderung akan mendatangkan hukuman dari Allah SWT baik diakherat maupun hukuman secara legal didunia ini.
Readmore.....

Selasa, 10 November 2009

Heart Share

0 komentar
HEART SHARE
1. BRAND
Brand adalah sebuah nama, istilah, lambing, symbol ataupun hal lain yang dapat menjadi sebuah identitas dari sebuah produk atau jasa.
Sebuah merek adalah kekuatan anda. Semakin anda bias memperkuat nilai dari merek yang anda miliki, semakin kuat pula kekuatan perusahaan yang anda miliki.
• Corporate Branding
Penggunaan nama perusahaan pada penamaan produk adalah untuk menjembatani produk dengan konsumen. Penggunaan nama perusahaan juga untuk mendukung persepsi yang sebelumnya terbentuk.
Disisi lain, penempatan nama perusahaan yang salah akan mengakibatkan rusaknya persepsi yang telah terbentuk sebelumnya. Penggunaan merek perusahaan pada merek produk bukanlah sebuah langkah bijak yang dpat diambil. Perusahaan anda adalah tempat dimana anda bekerja, sedangkan merek anda adalah nama anda yang anda jual. Keduanya haruslah dipisahkan, bukan berarti penggunaan nama perusahaan pada merek produk menjadi tidak penting, apa bila kondisi persaingan pasar sedang tinggi, diperlukan nama perusahaan pada merek sebagai penguat (endoser).
• Persinal Branding
Personal branding dinilai sangat penting dalam usaha menaikan public awareness akan seorang tokoh dan terlebih lagi untuk menaikan pamor perusahaan yang dipimpinnya.
Hermawan Kartajaya menyatakan bahwa untuk membangun sebuah merek dalam hal ini termasuk merek produk, perusahaan maupun citra dari seseorang, haruslah memperhatikan segala perubahan yang selalu terjadi disekitar lingkungan usaha perusahaan. Memperhatikan perubahaan yang dimaksud adalah dari sisi teknologi, politik-hukum, social- budaya, ekonomi dan pasar dengan meleburkan lima aspek tersebut dalam analisis SWOT (Strength, weaknees, opportunity, dan Threat) perusahaan. Secaraotomatis akan merubah peta kompe6isi dan memacu perusahaan untuk lebih jeli dalam merumuskan strategi yang akan dipakai.

2. PROCESS
Proses adalah penganalisaan peluang pasar, pengembangan strategi marketing, perencanaan langkah-langkah marketing yang akan dilakukan dan memaksimalkan usaha marketing berdasarkan langkah diatas.
Dalam sebuah perusahaan ada 3 proses disiplin manajemen yang harus dimiliki:
1) Jaringan pemasok, diperlukan untuk meminimalkan biaya perusahaan.
2) Manajemen asset perusahaan yang berdasarkan pada kondisi pasar akan dapat mengoptimalkan semua komponen asset yang dimiliki oleh perusahan.
3) Pengembangan teknologi dan sumberdaya yang dilakukan secara terus menerus guna menciptakan produk-produk baru yang tingkat efisiensi dan efektifitas yang semakin baik.
Jadi keterlibatan konsumen dalam proses sebuah produk akan menambahkan perasaan memiliki dan menjadi bagian dari sebuah produk tersebut.
3. SERVICE
Service adalah hal yang mendasar yang dijual oleh para pengusaha baik itu perusahaan barang, terlebih lagi perusahaan jasa sehingga dapat dikatakan bahwa dasar dari setiap bisnis adalah service.
Mengapa kita sering mendengar adanya keluhan mengenai pelayanan? Salah satu alasannya adalah kurangnya sikap empati.
Customer Service in Action
Profesi customer service merupakan pofesi yang menuntut seseorang untuk dapat melayani konsumen dengan baik. Sehingga konsumen akan merasa puas dengan pelayanan yang diberiakn. Satu hal kecil yang konsumen rasakan sebagai sebuah kesalahan atau sesuatu yang tidak memuaskan dalam pelayanan yang diterima akan mengakibatkan chain reaction yang akan berujung pada hancurnya kredibilitas sebuah perusahaan.
Service terdiri dari 3 tahap:
- Before sales service : menekankan pada pelayanan yang di lakukan sebelum terjadinya transaksi jual beli.
- During sales service: adalah pelayanan konsumen pada saat terjadinya transaksi jual beli.
- After sales service : pelayanan yang diberikan setelah transaksi jual beli.
Seorang marketer dengan kemampuan merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain sebelum, saat dan setelah menjual akan membuatnya mengerti apa yang sesungguhnya diinginkan oleh konsumen. Service tidak hanya mengantarkan atau melayani, service berarti mengerti, memahami dan merasakan sehingga penyampaiannya pun akan mengenai heart share konsumen dan pada akhirnya memperkokoh posisi perusahaan dalam mind share konsumen.
Readmore.....

Mind Share

0 komentar
MIND SHARE,Inti dari penguasaan pasar adalah bagaimana kita menguasai benak konsumen. Bagaimana kita ingin diingat oleh konsumen. Hal ini tercakup dalam sebuah strategiyang didalamnya terdapat proses segmenting, targeting dan positioning.
1. Segmentasi
Segmentasi adalah cara membagi pasar berdasarkan pada variable-variabel tertentu. Factor geografi, dmografi, psikologi, perilaku dan akhirnya pada variable yang kecil yaitu individu.
Segmentasi yang berkesinambungan menjadi hal penting bagi sebuah perusahaan untuk memenuhi kebutuhan (need) dan keinginan (want) pasar yang selalu berubah-ubah.
• segmen berdasarkan factor geografis meliputi wilayah, kota, propinsi, atau Negara.
• Secara demografi yaitu berdasarkan jenis kelamin 9gender), usia, tingkat pendidikan, pekerjaan dan agama. Dikelompokan kedalam (static atribut segmentation) karena bersifat statis dan cnderung tidak berubah.
• Segi psikologi diantaranya kebiasaan , gaya hidup, dan karakter. Ini termasuk factor yang dinamis dan selalu berubah, dan dikenal juga sebagai dynamic atribut segmentation.
Contoh: Segmentasi susu
2. Targeting
Targeting adalah proses pemilihan target dan mencocokan reaksi pasar dengan kebutuhan pasar, kemampuan daya beli dan keterbatasan yang dimiliki.
Contoh. Kodomo for kids
Targeting sebagai strategi penempatan produk mempunyai empat criteria utama yaitu besarnya ukuran pasar, pertumbuhan pasar, keunggulan kompetitif yang dimiliki perusahaan, dan situasi persaingan yang dihadapi oleh perusahaan.


3. Positioning
Positioning adalah bagaimana menempatkan produk anda kedalam benak customer secara luas sehingga akan tertanam dalam benak pasar bahwa perusahaan anda adalah kategori produk yang anda jual. Dengan kata lain positioning adalah bagaimana agar pelanggan kita mengingat produk atau jasa yang kita tawarkan. Salah satu metode yang memudahkan penanaman positioning dalam benak konsumen adalah dengan menggunakan strategi ABC.
- Strategi A adalah menentukan Audience, atau target market.
- Strategi B adalah benefit (manfaat) yang ditawarkan sebagai kunci utama usaha ini. Manfaat bukan menjadi barang yang serba guna atau multifungsi, tetapi ditekankan pada kegunaan utama dari produk tersebut.
- Strategi C yaitu alasan yang mendukung. Pada daarnya adalah pernyataan yang mendukung dari manfaat yang telah dikemukakan sehingga orang tidak akan memikirkan pilihan lain selain produk yang ditawarkan oleh mereka.
Readmore.....

Selling

0 komentar
SELLING
Pengertian
Selling adalah sbuah teknik dalam membujuk atau meyakinkan konsumen bahwa dalam produk yang dijual terdapat solusi atau keuntungan yang lebih bagi mereka. Inti komunikasi dalam penjualan adalah untuk focus pada nilai yang terkandung pada produk atau jasa tersebut.
3 hal penting yang harus diperhatikan dari sisi konsumen yaitu need (kebutuhan), want (keinginan), dan Budget kemampuan daya beli konsumen), kepercayaan (trust) merupakan kunci sukses dalam menjual.
Pada sisi konsumen berlaku tiga tahapan yang seringkali terjadi:
1. konsumen akan mempwlajari (learn)produk yang kita tawarkan
2. pengenalan produk . yaitu merasakan (feel) keunggulan dari suatu produk
3. proses transaksi.
Yang harus dipraktekan oleh penjual berdasarkan syariah islam adalah:
- Penjual tidak boleh mempraktekan kebohongan dan penipuan mengenai barang-barang yang dijual pada pembeli.
- Penjual harus menjauhkan diri dari sumpah yang berlebihan dalam menjual suatu barang.
- Hanya dengan kesepakatan bersama, atau dengan suatu usulan dan penerimaan suatu penjualan akan sempurna.
- Penjual harus tegas terhadap timbangan dan takaran.
- Orang yang membayar dimuka suatu barang tidak boleh menjualnya sebelum barang tersebut menjadi miliknya.
- Dilarang dengan tegas tentang monopoli dagang.
- Tidak boleh ada harga komoditi yang melebihi batas.
Readmore.....

Marketing Mix

0 komentar
BAURAN PEMASARAN (MARKETING MIX)
Pengertian
Bauran pemasaran adalah tingkatan yang menggabungkan elemen penting pemasaran benda atau jasa. Meliputi product, price, place, dan promotion. Sering dikenal dengan sebutan The 4P in Marketing.
a. Produk (product)
Produk adalah sebuah benda atau pelayanan yang ditawarkan untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan konsumen, baik kebutuhan primer seperti rasa lapar/haus atau kebutuhan sekunder seperti hiburan. Produk yang ditawarkan harus memiliki “sesuatu” yang dapat membuat customer kembali.
Dalam marketing sebuah produk harus mempunyai Bargaining Position. Yaitu:
* Nilai penawaran yang dimiliki oleh sebuah produk semakin tinggi nilai Bargaining position dinyatakan demakin terkenalnya sebuah produk. Kekuatan bargaining position sebuah produk diperoleh karena produk tersebut adalah yang terbaik, yang pertama dikelasnya, atau yang berbeda dengan yang sudah ada.
b. Harga (Price)
Harga diartikan sebagai ekspresi dari sebuah nilai, dimana nilai tersebut menyangkut kegunaan dan kualitas produk, citra yang terbentuk melalui iklan dan promosi, ketersediaan produk melalui jaringan distribusi dan layanan yang menyertainya.

c. Distribution/ lokasi (place)
Distribution adalah bagaimana produk dapat sampai pada pelanggan terakhir (end- user0. place diartikan juga sebagai pemilihan tempat sebagai lokasi usaha. Contoh: hard Rock Café memilih lokasi besebrangan dengan Planet Hollywood.
d. Promotion (Promosi)
Promosi dibuat untuk membangun merek. yang diperlukan adalah PR, sedangkan iklan pada sisi lain berfungsi sebagai mempertahankan eksistensi merek.
Readmore.....

Tentang Managemen Pemasaran

0 komentar
Sekelumit Materi yang menyangkut tentang manajemen pemasaran. Pengantar, pengertian dan deskripsi.
MANAJEMEN PEMASARAN
MARKET SHARE
Pengertian Pasar
Pasar adalah sebuah tempat yang terbentuk atas kumpulan konsumen potensial dengan kebutuhan yang berbeda dan mempunyai keinginan yang sama untuk melakukan transaksi guna memenuhi kebutuhan mereka.
Sedangkan arti dari pangsa pasar (Market Share) adalah persentase dari keseluruhan pasar untuk sebuah kategori produk atau service yang telah dipilih dan dikuasai oleh satu atau lebih produk atau service tertentu yang dikeluarkan oleh suatu perusahaan dalam kategori yang sama. Misal ; sebuah perusahaan dapat menjual satu juta produk dari sepuluh juta produk yang ada. Maka perusahaan tersebut menguasai 10 persen dari total pangsa pasar kategori produk tersebut.
Ada tiga taktik utama dalam mendukung strategi pemasaran;
1. Diferensiasi
Diferensiasi adalah sebuah pembeda atau bagaimana caranya agar menjadi berbeda dengan produk atau perusahaan lain.
Salah satu carauntuk mendapatkan sebuah diferensiasi adalah dengan mengintegrasikan konten (content), kontek (Contect) dan Infrastruktur (infrasctructure)yang dimiliki sehingga menjadi nilai lebih yang dapat ditawarkan kepada pelanggan, sehingga menjadi identitas diri. Ada beberapa macam Diferensiasi:
- Forbiden City of China Emporium
- Comodity like Trap (kesamaan produk)
Ada 4 tahap yang harus dilakukan dalam diferensiasi:
Langkah 1:
Diferensiasi yang harus dilakukan adalah haruslah sesuai dan masuk dalam kontek yang dimiliki olek produk dalam kategori tertentu. Contoh: Mcdonald’s sebagai restoran cepat saji.



Langkah 2:
Menemukan perbedaan itu sendiri, menjadi beda adalah untuk tidak sama dengan yang lain. Menjadi beda adalah menjadi unik . contoh: FedEx jasa pengiriman barang dengan penawaran over Night delivery ( layanan kirim satu malam).
Langkah 3 :
Sebuah produk harus dapat membuktikan kepada public. Contoh: keamanan dalam mengendarai Volvo harus benar-benar terbukti . konsumen harus dapat merasakan pembeda yang ditawarkan secara langsung.
Langkah 4:
Perbedaan yang dimiliki haruslah disebarluaskan atau diinformasikan.
2. Content
Adanya pergeseran konsumen yang dulunya merupakan konsumen yang value orientied (orentasi Nilai) bergeser menjadi price Oriented (orentasi harga).
Menyadari adanya pergeseran tingkat ini, banyak perusahaan mulai mengubah content dari produk yang ditawarkan tanpa mengubah context yang dimiliki. Mereka mencoba memahami need ( kebutuhan) dan Want (keinginan)market yang sebagian besar menginginkan harga agar lebih terjangkau. Contoh: munculahproduk-produk generic, seperti So Klin MB, Rexona Mini Stick.
3. Context
Cepatnya perkembangan teknologi dan informasi menuntut banyaknya perusahaan untuk lebih cepat bereaksi mengikuti mood market. Mood market bereaksi terhadap tiga event besar yang selalu dirayakan oleh berbagai kalangan masyarakat. Yaitu Idul Fitri dengan acara mudiknya, natal dan perayaan tahun baru.
4. Infrasctucture
Bisa terlihat perbedaannya dari komponen teknologi yang dipakai, alat-alat produksi yang digunakan atau dari sisi property. Contoh: Bank Muamalat Indonesia yang mengeluarkan produk Shar-e.
Readmore.....

Kamis, 05 November 2009

Etos kerja Dalam Islam

0 komentar
ETOS KERJA DALAM ISLAM, ini adalah materi kedua yang saya ajarkan. Disini kita bisa lebih mengenal masalah etos kerja dalam Islam secara lebih mendalam.
1. ETOS KERJA : Perdebatan konseptual
Kewirausahaan dikalangan muslim muncul stigma klise yang berkonotasi yakni kurang maju. Gambaran umum diwilayah-wilayah yang mayoritas penduduknya muslim menunjukan lemahnya penguasaan ekonomi masyarakat islam dibandingkan dengan kaum yang lain. Dengan demikian persepsi tentang masyarakat kawasan tersebut adalah rendahnya gairah kegiatan ekonomi, rendahnya kualitas kapitalisme, melimpahnya summberdaya alam yang ada dikawasan-kawasan tersebut, serta bagaimana masyarakat setempat memperlakukan atau memanfaatkan sumber daya yang mereka miliki, justru akan semakin menunjukan lemahnya etos kewirausahaan dikalangan masyarakat muslim.
- Max Weber : pernyataan negatif
Menyatakan bahwa ajaran islam mempunyai sikap anti akal dan sangat menentang pengetahuan, terutama pengetahuan teknologi.
- Bryan Sturner: pernyataan positif
Islam bukanlah sebagai agama prajurit, atau agama padang pasir yang berwatak keras dan suka perang, tetapi agama yang menyimpan ajaran-ajaran tentang hidup mewah dan beretos kerja yang tinggi.
- W Montgomery Watt
Menyatakan bahwa islam pertama-tama dan utama adalah agama para pedagang, bukan agama gurunpasir serta bukan pula agama petani.
Kesimpulan
Etos kerja tidak saja termotivasi oleh jaran agama tertentu, karena secara factual juga dipengaruhi oleh factor factor yang lain, seperti letak geografis, ras budaya, psikologi.
2. PENGERTIAN ETOS KERJA
Makna pekerjaan terkandung dua asfek yang harus dipengaruhi secara nalar yaitu:
a. Aktifitasnya dilakukan karena ada dorongan yang untuk mewujudkan sesuatu sehingga tumbuh rasa tanggung jawab yang besar untuk menghasilkan karya atau produk yang berkualitas.
b. Apa yang dilakukan tersebut dilakukan karena kesengajaansesuatu yang direncanakan.
Bekerja adalah segala usaha maksimal yang dilakukan manusia baik lewat gerak anggota tubuh ataupun akal untuk menambah kekayaan, baik dilakukan secara perorangan ataupun secara kolektif baik untuk pribadi ataupun untuk orang lain.
Etos kerja merupakan karakter dan kebiasaan berkenaan dengan kerja yang terpancar dari sikap hidup manusia yang mendasar terhadapnya.
3. CIRI-CIRI ETOS KERJA ISLAM
Cirri-ciri orang yang menghayati etos kerja:
- Mereka kecanduan terhadap waktu
- Mereka memiliki moralitas yang bersih (ikhlas)
- Mereka kecanduan kejujuran
- Mereka memiliki komitmen
- Istiqomah, kuat pendirian
Karakteristik etos kerja dalam islam menurut Ahmad Janan asifudin adalah :
1) kerja merupakan penjabaran akidah
2) kerja berdasarkan ilmu
3) kerja dengan meneladani sifat-sifat ilahi serta mengikuti petunjuk-petunjuk- Nya.
Readmore.....

Senin, 02 November 2009

Etika Bisnis Islam

0 komentar
Berikut ini materi pertama yang di ajarkan,
ETIKA BISNIS ISLAM
1. PENDAHULUAN
Tiga system norma moral secara tradisional yakni norma berdasarkan keyakinan akan kewajiban Mutlak (Deontologis), norma berdasarkan tujuan perbuatan (Teleologis), norma berdasarkan hubungan- hubungan dengan orang lain (Relasional).
Asumsi : Bahwa ada hubungan yang signifikan antara moral dengan ekonomi.
• dampak moral ekonomi yang semakin longgar adalah kemiskinan yang semakin meningkat.

2. PENGENALAN ISTILAH
Perbedaan dan persamaan Akhlak, Moral, dan etika.
a. Akhlak berdasarkan dari bahasa arab
# Diartikan dengan budi pekerti, perangai , tingkah laku atau tabiat. Akhlak tolok ukurnya adalah Al- Qur,an dan al-Hadits.
Akhlak dari bahasa Indonesia adalah ilmu yang menentukan batas antara baik dan buruk, antara yang terpuji dan yang tercela, tentang perkataan atau perbuatan manusia lahir dan bathin.
b. Moral dari kata latin mos yang bentuk jamaknya mores berarti adat istiadat atau kebiasaan.
Dalam bahasa Indonesia Moral artinya susila, yaitu perilaku yang sesuai dengan pandangan umum, yang baik dan wajar, yang meliputi kesatuan social dan lingkungan tertentu.
Jadi kesimpulannya moral diartikan tindakan manusia yang sesuai dengan ukuran yang diterima oleh umum. Tolok ukurnya kebiasaan yang berlaku.
c. Etika secara teoritis dibedakan kedalam 2 pengertian:
- dari kata bahasa yunani yaitu Ethos yang dalam bentuk jamaknya (Ta Etha) berarti adat istiadat atau kebiasaan.
Etika berkaitan dengan kebiasaan hidup yang baik, baik pada diri seorang maupun pada suatu masyarakat atau kelompok masyarakat yang diwariskan kegenari yang lain.
Secara harfiah etika diartikan system nilai tentang bagaimana manusia harus hidup baik sebagai manusia yang telah dilembagakan dalam sebuah adat kebiasaan yang terwujud dalam pola perilaku yang ajek dan berulang dalam kurun waktu yang lama.
- Etika diartikan sebagai ilmu filsafat moral atau ilmu yang membahas, mengkaji nilai dan norma yang diberikan oleh moralitas.
3. ETIKA BISNIS ISLAM: Sebuah Gambaran Umum
Sejak akhir tahun 1960-an teori etika mulai membuka diri bagi topic-topik konkret dan actual.
Titik sentral etika islam adalah menentukan kebebasan manusia untuk bertindak dan bertanggungjawab karena kepercayaannya terhadap kemahakuasaan Tuhan. Hanya saja kebebasan manusia tidaklah mutlak, dalam arti kebebasan yang terbatas.
Ajaran etika dalam islam pada prinsipnya manusia dituntut untuk berbuat baik pada dirinya sendiri, disamping kepada sesame manusia, alam lingkungannya dan kepada Tuhan selaku Pencipta-Nya.oleh karena itu untuk bias berbuat baik pada semuanyaitu, manusia disamping diberikan kebebasan (free will), hendaknya ia memperhatikan keesaan Tuhan (Tawhid), prinsip keseimbangan (Balance = Tawazun) dan keadilan (qist).
Syed Nawab haider Naqvi menyebutkan sebagai aksioma-aksioma etik. Meliputi Kesatuan (Tauhid), keseimbangan atau kesejajaran (Equilibrium), kehendak bebas (free Will) serta tanggung jawab (responsibility).
a. Kesatuan (tauhid)
Sumber utama etika islam adalah kepercayaan total dan murni terhadap kesatuan (keesaan) Tuhan.
b. Keseimbangan/ kesejajaran
Menentukan konfigurasi aktivitas-aktivitas distribusi, konsumsi serta produksi yang terbaik, dengan pemahaman yang jelas bahwa kebutuhan seluruh anggota masyarakat yang kurang beruntung dan masyarakat islam didahulukan atas sumber daya riil masyarakat.
c. Kehendak Bebas
Dalam pandangan islam, manusia diberikan potensi untuk berkehendak dan memilih diantara pilihan-pilihan yang beragam, tanpa melebihi kebebasan yang dimiliki oleh Tuhan.
d. Tanggung jawab manusia harus berani mempertanggungjawabkan segala pilihannya tidak saja dihadapan manusia bahkan yang paling penting adalah kelak dihadapan Tuhan.
Kesimpulan: bahwa manusia dalam Islam mempunyai tanggung jawab terhadap Tuhan, diri sendiri, dan orang lain.
Tanggung jawab terhadap tuhan, karena ia sebagai makhluk yang mengakui adanya Tuhan (tauhid), sedangkan tanggungjawab terhadap manusia karena ia sebagai makhluk social yang tidak mungkin melepaskan interaksinya dengan orang lain guna memenuhi segala kebutuhan hidupnya. Dan tanggung jawab terhadap diri sendiri, karena ia bebas berkehendak sehingga tidak mungkin dipertanggungjawabkan pada orang lain


4. URGENSI ETIKA BISNIS DALAM ISLAM
Bagaimanapun perilaku mencerminkan akhlak /etika seseorang. Apabila seseorang taat pada etika, berkecenderungan akan menghasilkan perilaku yang baik dalam aktivitas atau tindakannya, tanpa kecuali dalam aktivitas bisnis.
Secara konkrit bias diilustrasikan jika perilaku bisnis yang peduli pada etika, bias diprediksi ia akan jujur, amanah, adil, selalu melihat kepentingan orang lain dan sebagainya. Sebaliknya jika mereka tidak mempunyai kesadaran akan etika, dimanapun dan kapanpun tipe kelompok orang kedua ini akan menampakkansikap kontra produktif dengan sikap tipe kelompok orang pertama dalam mengendalikan bisnis.
Seorang pengusaha dalam pandangan etika islam bukan sekadar mencari keuntungan, melainkan juga keberkahan yaitu kemantapan dari usaha itu dengan memperoleh keuntungan yang wajar dan diridhoi oleh Allah SWT. Maka yang harus diraih oleh seorang pengusaha tidak sebatas kebutuhan materil, tetapi yang penting lagi adalah keuntungan immaterial
( spiritual).

5. PRINSIP-PRINSIP ETIKA BISNIS DALAM ISLAM
Prasyarat untuk meraih keberkahan atas nilai etika seorang pelaku bisnis harus memperhatikan beberapa prinsip etika yang telah digariskan dalam islam antara lain:
- jujur dalam takaran
- menjual barang yang baik mutunya
- dilarang menggunakan sumpah
- longgar dan bermurah hati
- membangun hubungan baik antar kolega
- tertib administrasi
- menetapkan harga dengan transparan
Sebagai pembanding dan pendukung Siddiqi menyatakan bahwa keadilan dan kebajikan merupakan dasar pijakan para pengusaha /pembisnis yang dari keduanya muncul moral altruis dalam dunia bisnis, seperti transparansi, toleransi, demokrasi dan lain sebagainya.
Rafik Issa Beekun mengemukakan sembilan pokok pedoman Etika umum bagi kaum muslim yaitu:
1. jujur dan berkata benar
2. menepati janji
3. Mencintai Allah SWT lebih dari mencintai perniagaan/ bisnisnya
4. Berbisnis dengan muslim sebelum dengan non muslim
5. Rendah hati dalam menjalankan hidup
6. Menjalankan musyawarah dalam semua masalah
7. Tidak terlibat kecurangan
8. Tidak boleh menyuap
9. Berbisnis secara adil

KODE ETIK DAN PENGEMBANGAN MODAL
DALAM ISLAM

1. Arti penting Modal dalam Bisnis
Secara bahasa Arab disebut juga al-amal diartikan segala sesuatu yang dimiliki. Adapun dalam istilah syar’I, harta diartikan sebagai segala sesuatu yang dimanfaatkan dalam perkara yang legal menurut syara’ (hokum islam), seperti bisnis, pinjaman, konsumsi, dan hibah (pemberian).
Modal adalah salah satu factor produksi selain tanah, tenaga kerja dan organisasi yang digunakan untuk membantu mengeluarkan asset lain.
2. Pengumpulan modal
Islam memberikan cara yang mungkin dapat meningkatkan jumlah simpanan masyarakat, yaitu:
a. Peningkatan pendapatan
-Wajib
1) Pembayaran Zakat yang wajib hukumnya. Zakat merupakan pengeluaran yang wajib atas harta yang dimiliki.
2) Larangan mengenakan bunga
- pilihan
3) Penggunaan harta anak yatim
4) Penanaman modal secara tunai
5) Meninggalkan harta waris
b. Menghindari sikap berlebih-lebihan
c. Pembekuan modal
d. Keselamatan dan keamanan
3. Modal dan Pengembangan Bisnis
Bisnis islam merupakan serangkaian aktivitas bisnis dalam bernagai bentuknya yang tidak membatasi jumlah kepemilikan, termasuk profitnya, namun membatasi cara perolehan dan pendayagunaan hartanya (ada aturan halal haramnya).
Dengan kendali syariat, aktivitas bisnis diharapkan bias mencapai 4 hal utama:
1) target hasil: profit- materi dan benefit- non materi
tujuan perusahaan tidak hanya untuk mencari profit atau nilai materi setinggi-tingginya, tetapi juga harus memperoleh dan memberikan benefit atau keuntungan/ manfaat non materi kepada internal organisasi perusahaan dan eksternal (lingkungan), seperti terciptanya suasana persaudaraan, kepedulian social dsb. Selain itu manfaat yang diberikan seperti kesempatan kerja, bantuan social.
2) Pertumbuhan artinya terus meningkat
Hasil perusahaan diupayakan meningkatsetiap tahunnya dengan cara meningkatkan jumlah produksi seiring dengan perluasan pasar, penngkatan inovasi sehingga menghasilkan produk baru dsb.
3) Keberlangsungan, dalam kurun waktu selama mungkin
4) Keberkahan atau keridhaan Allah

Diantara pokok-pokok penting dalam pengembangan harta adalah sebagai berikut:
1. Menghindari sentralisasi modal
2. Mengembangkan yayasan-yayasan kemanusiaan dengan orientasi kemasyarakatan
3. menguatkan ikatan persaudaraan dan kemasyarakatan melalui zakat dan infaq.
Readmore.....